Infrastruktur EV di Indonesia mulai jadi perhatian karena pasar kendaraan listrik terus bertambah.

Infrastruktur EV di Indonesia
Infrastruktur EV di Indonesia
banner 468x60

iowagetaway.com, Jakarta – Sekarang kendaraan listrik makin banyak di Indonesia. Agar terus berkembang, Indonesia juga harus menyiapkan infrastruktur dan ekosistem yang mendukung. Moeldoko, Ketua Umum Periklindo, melihat penggunaan EV yang makin banyak bisa menimbulkan masalah baru jika tempat pengisian daya, listrik, dan keperluan industri belum siap dari awal.

Peringatan tersebut disampaikan Moeldoko dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, pasar idealnya berkembang bersama fasilitas yang membantu para pengguna kendaraan listrik.

Pertumbuhan Kendaraan Listrik Perlu Diikuti Penambahan SPKLU

Moeldoko sangat fokus pada pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Sekarang kendaraan makin banyak, tapi jumlah tempat isi daya masih sedikit. Ini bikin antrean di stasiun pengisian makin lama, apalagi kalau banyak yang mau isi daya di waktu yang sama.

Infrastruktur EV di Indonesia
Infrastruktur EV di Indonesia

Moeldoko mengingatkan adanya potensi gangguan apabila pertumbuhan kendaraan listrik lebih cepat dibandingkan perkembangan infrastruktur. Jadi, SPKLU harus sudah ada dalam rencana ekosistem EV, bukan hanya tambahan setelah mobil listrik dijual.

Jaringan listrik nasional juga harus siap. Penggunaan EV dalam skala luas akan meningkatkan kebutuhan energi, sehingga pemerintah dan PLN dinilai perlu menghitung kapasitas pembangkit serta infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan untuk jangka panjang.

Moeldoko berkata, pasokan energi harus disiapkan sebelum permintaan listrik meningkat. Kalau persiapannya belum maksimal, jarak antara apa yang dibutuhkan dan apa yang bisa dilakukan bisa membuat kemajuan kendaraan listrik jadi lambat.

SDM, Riset, dan Regulasi Menopang Ekosistem EV Nasional

Selain soal charging, Moeldoko melihat industri kendaraan listrik sebagai peluang agar Indonesia bisa naik kelas dalam hal manufaktur. Ia bilang, mengejar industri kendaraan bermesin pembakaran dalam (ICE) yang sudah lebih dulu ada itu tidak gampang. Tapi, teknologi EV bisa membawa peluang baru untuk perkembangan industri di dalam negeri.

Peluang itu butuh pekerja yang punya skill yang pas. Pendidikan vokasi perlu diperkuat supaya SDM bisa kerja di bidang teknologi kendaraan, baterai, dan sistem pendukung EV. Keberadaan fasilitas produksi juga perlu diikuti kesiapan tenaga kerja yang dapat mengoperasikannya.

Riset dan inovasi sekarang jadi hal penting yang harus ada. Pengembangan bisa meliputi pengolahan bahan baku baterai, teknologi baterai baru, serta pengelolaan dan daur ulang baterai setelah baterai tidak dipakai lagi. Seluruh mata rantai ini berkaitan dengan keberlanjutan industri kendaraan listrik.

Moeldoko bilang aturan harus bisa mengikuti perkembangan teknologi. Ia bilang, kebijakan dan cara bisnis sebaiknya dibenahi supaya ekosistem EV makin tumbuh dan industri dalam negeri jadi kuat.

Pertumbuhan pasar EV itu tidak hanya tentang jumlah kendaraan yang dipakai. Ketersediaan SPKLU, pasokan listrik yang andal, SDM yang kompeten, riset, dan aturan yang jelas perlu tumbuh bersama supaya transisi ke kendaraan listrik di Indonesia bisa berjalan lancar.

banner 300x250
banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *